Tips Cara Ampuh Memutihkan Gigi Dengan Kulit Pisang

Tips Cara Ampuh Memutihkan Gigi Dengan Kulit PisangGigi yang putih, bersih dan terawat bisa menambah manisnya senyuman. Selain itu, gigi juga memiliki fungsi utama sebagai alat untuk mengunyah makanan. Sudah jelas, bahwa gigi adalah bagian penting dari tubuh kita. Perawatan maksimal, tentu perlu dilakukan dengan serius. Bagaimana cara agar gigi dapat lebih putih bersih?

Banyak cara yang dapat ditempuh untuk memutihkan gigi. Di jaman yang semodern seperti sekarang ini, kemajuan di bidang kedokteran sudah begitu pesat.

Dokter gigi bisa dengan mudah  membantu mereka yang menginginkan gigi yang lebih putih. Namun, dengan memakai jasa ahli, tentu harus ada dana yang dikeluarkan, dengan kata lain membayar.

Nah, bagi anda yang ingin mencoba cara memutihkan gigi secara alami, anda mungkin akan tertarik mencoba cara ini. Tentu anda mengetahui dan bahkan mungkin menyukai menyantap buah yang satu ini, pisang. Iya, buah pisang ternyata tidak hanya nikmat saat disantap.

Namun, kulitnya pun dapat dimanfaatkan untuk memutihkan gigi. Didalam kulit pisang, terkandung potassium, mangan dan magnesium yang sangat tinggi dan juga diperlukan dalam proses pemutihan gigi.

Tips Cara Ampuh Memutihkan Gigi Dengan Kulit Pisang

  1. Langkah awal, persiapkan dahulu sebuah pisang yang baru saja matang.

Pisang yang belum lama matang, biasanya ditandai dengan bagian ujungnya yang masih ada sedikit warna kehijauan. Nah, justru pisang dengan kondisi kematangan seperti inilah yang kulitnya masih memiliki kandungan potasium yang tinggi yang akan membantu pengoptimalan proses pemutihan gigi.

  1. Langkah berikutnya, kupaslah kulit pisang dari bagian atas kebawah

Teknik pengupasan dari atas ke bawah seperti ini memiliki tujuan agar benang-benang halus dari serat pisang yang biasa terdapat di bagian dalam kulit pisang tidak menempel di daging pisang.

  1. Langkah selanjutnya, potong dan gosokkan kulit pisang merata ke seluruh bagian gigi

Setelah kulit pisang terkelupas dan terpisah dari daging pisangnya, potonglah kulit pisang menggunakan pisau. Potonglah kecil dengan bentuk segiempat yang dirasa mudah untuk digosokkan ke gigi dan dapat menjangkau gigi bagian dalam.

Gosoklah minimal selama 2 menit. Selama proses penggosokan inilah, mineral-mineral yang terkandung didalam kulit pisang akan meresap kedalam gigi dan proses pemutihan gigi akan mulai berlangsung.

  1. Langkah terakhir, sikat gigi seperti biasa

Jika selesai proses penggosokan gigi dengan kulit pisang, langkah terakhir yang harus anda lakukan adalah sikat gigi menggunakan pasta gigi seperti biasa. Kumur-kumur sampai bersih.

Nah, cukup mudah bukan cara memutihkan gigi dengan kulit pisang? lakukan perawatan dengan rutin, maka gigi anda akan menjadi lebih putih, bersih dan bersinar.

Ternyata pisang tidak hanya buahnya saja yang bermanfaat, tetapi kulitnya juga, banyak yang sudah merasakan manfaatnya seperti halnya banyaknya pratista skincare review yang dibuat oleh para pemakai kosmetik pratista. Senyum pun menjadi makin manis dan lebih percaya diri. Selamat mencoba semoga berhasil!

Bahan Berbahaya dalam Kosmetik yang Harus Diketahui

Saat menggunakan produk kecantikan, Anda harus memberi perhatian khusus pada bahan berbahaya dalam kosmetik Anda, untuk memastikan kesehatan Anda dan untuk menghindari konsekuensi yang tidak diinginkan dari kondisi kulit Anda.

 

Setelah itu mari kita lihat bahan-bahan beracun di artikel dari agen resmi fiforlif ini untuk mengetahui bahan-bahan berbahaya dalam kosmetik dapat menyebabkan efek berbahaya bagi wanita yang menggunakan produk kecantikan dan perawatan kulit yang salah.

 

Bahan berbahaya dalam kosmetik yang harus diketahui

  1. Minyak Mineral

Ini adalah bahan dalam produk kecantikan yang disebut Paraffinum, Petrolatum, …

Minyak mineral adalah produk yang diekstraksi dari minyak tanah mentah selama pemanasan minyak tanah hingga 210 derajat Celcius dan didekomposisi oleh komponen lain.

 

Efek berbahaya dari bahan ini adalah untuk mencegah ekskresi kulit, menyebabkan pori-pori menjadi terjepit, yang merupakan salah satu penyebab jerawat. Paling berbahaya, zat-zat ini juga direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan kemungkinan akan meningkatkan risiko kanker dan mempengaruhi kesuburan wanita.

 

Solusinya adalah bahwa para wanita harus menggunakan produk yang tidak mengandung minyak mineral dan harus diganti dengan zat aktif lainnya seperti air, minyak esensial, dll.

  1. Komposisi formaldehida

Bahan biasanya diproduksi oleh tubuh manusia tetapi hanya dalam jumlah kecil dan benar-benar tidak berbahaya bagi manusia.

 

Namun, ketika tubuh terkena terlalu banyak formaldehid dapat menyebabkan penyakit alergi di mata, hidung, leher, atau lebih berbahaya daripada menyebabkan kanker.

 

Selain itu, agen ini bertanggung jawab untuk gangguan menstruasi pada wanita dan meningkatkan risiko banyak jenis kanker lainnya.

  1. Pewangi / Parfum

Fragrance adalah bahan yang digunakan untuk menyimpan aroma yang ditambahkan ke produk. Bahan ini sering digunakan oleh banyak perusahaan untuk menciptakan aroma produk. Inilah mengapa Anda akan merasakan aroma ringan tetapi masih memiliki bau kimia saat digunakan.

 

Bau membuat perasaan yang menyenangkan dan santai setelah seharian bekerja. Namun menurut penelitian oleh banyak ahli, aroma ini dapat menyebabkan gangguan hormonal dan menyebabkan beberapa gejala ruam, sakit kepala, pusing dan lebih berbahaya mempengaruhi organ reproduksi wanita.

  1. Senyawa Polyethylene (PEGS)

Polyethylene (PEGS) adalah senyawa kimia dengan berat molekul tinggi. Sering digunakan dalam produksi kosmetik untuk membuat pelembab dan pembersih.

 

Tetapi senyawa ini berasal dari reaksi kimia, yang sering membawa banyak zat beracun seperti: Etilena oksida, logam berat, dll.

 

Beberapa bahan berbahaya ini dapat menyebabkan alergi kulit, menyebabkan kulit Anda menghasilkan lebih banyak minyak, yang dapat menyebabkan kanker pada wanita.

  1. Komposisi Paraben

Penggunaan utama bahan kimia ini adalah untuk mempertahankan dan memperpanjang umur produk. Efek jangka panjang Paraben banyak, yang tidak hanya mempengaruhi kesuburan wanita, tetapi juga mempengaruhi janin.

Saat ini, sebagian besar kosmetik di pasar mengandung Paraben dari sabun harian hingga produk rias wajah dan kulit.

 

Karena itu, ketika membeli kosmetik Anda perlu hati-hati membaca bahan sebelum memilih. Jika Anda memiliki paraben, jangan terlalu khawatir, karena ini adalah tanda bahwa produk mengandung pengawet yang sangat sedikit.

Menurut penelitian, Paraben dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon pada wanita, disfungsi reproduksi jika Anda menggunakan senyawa ini untuk waktu yang lama.

 

Perawatan kecantikan tidak pernah semudah yang Anda bayangkan, tidak hanya harus berhati-hati dan terampil dalam mengunakan makeup, tetapi juga memiliki pilihan produk kecantikan yang paling tepat dan aman bagi kulit.