Bumi sedang mengalami krisis. Tempat tinggal kita ini semakin hari semakin mengkhawatirkan karena masalah sampah. Dan diperkirakan jika dikumpulkan mungkin sampah yang ada di bumi akan sebesar pulau Indonesia.

Sebenarnya banyak sekali sumber negatif yang menjadikan bumi mengalami krisis. Salah satunya adalah sampah yang berada di lautan di seluruh dunia karena tidak dibuang pada tempat sampah stainless.

Masalah serius ini menjadi bahan perbincangan yang semakin hangat bagi kalangan pemerhati lingkungan dan merembet ke masyarakat yang lambat laun mulai sadar akan bahaya sampah.

The Ocean Clean Up lembaga non pemerintahan dari Belanda yang bergerak di bidang penelitian guna mengembangkan teknologi cara pengolahan sampah di lautan. Lembaga ini selalu aktif di berbagai acara untuk mengedukasi masyarakat tentang sampah yang ada di lautan.

Lembaga ini The Ocean Clean Up meneliti tentang sampah yang berada di samudera pasifik selama beberapa tahun. Sampah di samudra pasifik ini di kalangan Internasional disebut The Great Pacific Garbage Patch (GPGP).

Dan dari hasil itu sampah yang berada di sana bukan saja sampah padat, tetapi juga sampah yang mengambang di laut.

Sampah yang mengambang itu dapat mengarungi lautan sampai beribu-ribu kilo jauhnya. Dan menurut data mereka sampah itu bisa mencapai berat total 88 ribu ton jika dijadikan satu.

Mencapai luas kurang lebih sekitar 1,6 juta km persegi itu adalah GPGP yang berada di samudera pasifik. Dan data ini hanya yang berada di kawasan California dan Hawaii. Luasnya itu bila diumpamakan sebagai negara bisa menjadi 3 kalinya luas dari negara Perancis.

Kenapa Samudra Pasifik ?

Alasan mengapa sampah yang mengambang itu bisa berkumpul di sana karena itu semua pengaruh alam semesta yang mengumpulkan dan di tarik menuju cekungan subtropis dunia.

Sebenarnya bukan hanya samudra pasifik yang menjadi berkumpulnya sampah itu. Ada 4 tempat lagi yang sama seperti GPGP. Yaitu adalah Samudra Atlantik Utara, Samudera Pasifik Selatan, Samudera Hindia dan juga Samudra Atlantik Selatan.

Jika seperti ini kita bisa membayangkan apa jadinya jika efek negatif ini merusak tempat tinggal kita bumi tercinta? Dapatkah ada melakukannya??

Author